welcome to my blog

about sii HARUMI

My photo
tangerang, banten, Indonesia
cuma cewek simpel yang gak neko-neko, gak suka sama yang ribet-ribet, suka banget Justin Bieber dan karya-karya Christian Simamora. Setia kawan dan kompak sama kawan-kawan, tapi bisa juga jadi cengeng, kadang kuat banget, gak suka berdebat karena masalah uang, narsis, suka ketawa ketiwi sendiri (hahahahahahahaha), agak-agak weird, pengen jadi vampire terus hidup abadi sama edward cullen hahahahahahahaahaha (i'm twilight freaK)

Thursday, October 28, 2010

Mungkin ini saat aku pergi

Gue gak tau apa ini keputusan terbaik. Tapi mengorbankan seseorang yang gue cintai untuk masa depan gue. Gue mulai dengan bismilah. Gue mungkin bisa hadapin ini. Ketika gue mesti tinggalin dia yang gue cintai. Ya, gue gak boleh terus-terusan gini. Ini bakalan nyakitin hati gue. Bakalan nyakitin diri gue sendiri. Dan bakal nyakitin Daniel. Ini pelajaran buat gue untuk menghargai pernikahan. Ini adalah jalan yang udah gue pilih dan gue gak boleh seenaknya mentingin perasaan gue. Gue akui, cinta gue ke Ibung mungkin gak akan pernah padam. Tapi mulai sekarang, dengan teguran dari Tuhan ini, gue mesti bisa jadiin Ibung masa lalu. Meskipun berat buat gue liat Ibung bahagia sama cewek lain, tapi seenggaknya impas buat Ibung yang udah terlanjur sering sakit hati.

Udah terlalu lama gue sepelein pernikahan gue. Bukannya gue yang gak serius menjalaninya. Tapi karena godaan dan fikiran bodoh yang terus-terusan terlintas di otak gue. Yah, akhirnya gue cuma bisa nangis dan nangis ketika teguran Tuhan itu sampai ke gue.

Gue kangen banget Daniel. Gue kangen dipeluk dia. Gue kangen banget sama ketawanya yang garing. Bahkan mungkin lo gak percaya kalo gue ngetik postingan ini sambil nangis sangkin menderitanya gue dalam kerinduan ini. Gue sakit. Dia sakit, dan semuanya karena ulah gue. Tapi sekali lagi, cuma Tuhan yang tau gimana perasaan gue sekarang, bahkan mereka yang gue bilang sahabat gak ada di saat gue butuh mereka. Bukan salah mereka, karena mereka memang punya alasan kuat, tapi kesakitan ini makin nambah karena gue gak punya tempat berbagi. Karena sekarang ini gue butuh seseorang meluk gue dan bisikin gue, "just calm, everything would be fine. don't cry anymore".

Mungkin saat ini, saat yang tepat untuk gue ninggalin semua kenangan gue sama Ibung. Mungkin ini saat gue mesti pergi. Di akhir postingan gue ini, gue berdoa supaya dia bisa baik baik aja tanpa gue. Dan dia tetep sehat gak sakit-sakitan. The last... I LOVE YOU BANG IBUNG :')

Sunday, October 24, 2010

yesterday, today, tomorrow, and so on

Hari ini aku melamun. Teringat kisah panjang yang sebenarnya pendek di benakku. Teringat lagi tentang keindahan masa kecilku. Teringat lagi semua yang dulu kualami bersamanya.

"Tikaaa..." Itu suara Om Edi. Suara yang kukenal. Aku rasa dia menjemputku yang dari pagi bermain di rumah tetangga, telanjang pula.
Temanku, Ibung, dia punya kolam renang karet di rumahnya. Aku memang suka sekali bermain air. Saat itu usiaku 4 tahun, dan dia ibung 2 tahun. Aku biasa bermain bertiga, aku, ibung, dan putra saudaraku. Kadang berlima dengan vika dan dani. Yang saat itu usia kami hanya terpaut beberapa tahun. Entah apa yang mesti kualami saat itu yang jelas-jelas mengubah jalan hidupku. Ketika aku harus meninggalkan mereka semua. Ketika aku harus pindah dari kota tempat aku dilahirkan. Dan sejenak mengubahku bukan lagi menjadi aku yang semestinya tumbuh bersama mereka dan tetap bersama mereka.

Aku pindah ke Tangerang. Kota yang sekarang menjadi tempat aku menetap, kota yang membesarkanku dan membuatku sejenak lupa dengan kota yang dulu menyimpan kenangan indah masa balitaku. Aku tumbuh besar. Bukan menjadi Tika yang semestinya tumbuh bersama mereka. Tapi Tika yang kelewat nakal dan melakukan apa saja sesukaku. Kerap kali aku menyusahkan orangtuaku. Entah sudah berapa amplop surat panggilan orang tua yang kubuang ke tong sampah karena begitu takutnya aku Mamaku tau tentang kenakalanku, itu aku masih SMP.

Ketika aku menginjak masa SMK, aku rasa aku benar-benar seorang yang benar-benar tidak mau tau tentang kebaikan. Menyenangkan sekali saat aku pergi bersama teman-teman. Ke night club yang jauhnya di Bandung, tentu saja tanpa sepengatahuan orang  tuaku. Yahh,, memang itu  hal yang tidak bisa aku ceritakan.

Lalu, saat aku kelas 3 SMK, aku pulang ke Medan, hanya untuk berlibur tentu saja, akan sangat menyenangkan ketika aku tidak akan kembali lagi ke Tangerang. Kota yang membuatku berubah 180 derajat dari kehidupanku semestinya.

Aku tidak sempat bertemu dengan Vika, temanku waktu aku masih TK. Aku bertemu Putra, Dani, dan tentu saja Ibung. Dan pertemuanku dengannya, merubah segalanya. SEGALANYA. Aku lupa kenangan masa kecilku, ketika cinta menyapaku, ketika entah apa yang merasukiku melihat dirinya dari ujung kaki hingga ujung rambutnya. Aku menelan ludah, ketika kulihat dia bukan lagi Ibung yang suka menanyikan lagu cicit cuit, ketika kulihat dia bukan lagi Ibung yang selalu menggeram "grrmmm" sambil menirukan dinosaurus, dia bukan lagi Ibung yang menangis ketika susunya kuhabiska. Ya, dia Ibung yang berusia 15 pada waktu itu. Dia Ibung yang membuatku jatuh cinta. Kami dekat kembali, tentu saja tingkah kami tidak lagi seperti masa ketika kami masih kecil. Aku tidak mungkin dengan santainya berenang sambil bertelanjang di kolam karetnya, aku juga tidak mungkin lagi menghabiskan sebotol susunya, dan aku juga tidak mungkin lagi bisa membuatnya menangis hanya karena kucubit. Ya, Ibung dan aku. Kami berdua tumbuh. Hanya beberapa hari pertemuan kami kembali, aku dan dia. PACARAN. Hubungan yang aku sudah tau resikonya jika nanti aku pulang ke Tangerang. Kami akan terpisah jauh, dan kami akan bertengkar hanya karena miss communication.

Benar saja, setelah aku kembali ke Tangerang, aku kembali menjadi Tika yang tidak setia. Aku selingkuh. Hal BODOH yang benar-benar kulakukan. Hingga sesuatu terjadi dan aku harus meninggalkannya. For God sake aku benar-benar tidak ingin meningalkannya. Aku benar-benar dalam dilema. Aku tidak ingin meninggalkannya dan membuat luka di hatinya. Tapi apa yang bisa kulakukan. Aku tidak lagi bisa berada di sisinya.

Dan, pada akhirnya. Aku tetaplah tidak bisa berbuat apa-apa. Aku tidak lagi bisa menuruti kemauannya setiap bertelepon setiap dulu kami saling menyapa dengan kata cinta. Dan aku tidak lagi bisa menjadi sandarannya ketika ia menangis. Ketika ia bersedih. God............ bisakah kau putarkan lagi waktu untukku, agar aku tidak menyakitinya, agar aku tidak melakukan kebodohan ini.

Kemarin, aku mencintainya
Hari ini, aku mencintainya
Besok, aku mencintainya
Dan seterusnya, aku mencintainya.

Yesterday, today, tomorrow, and so on
I'm in LOVE with YOU

Wednesday, October 20, 2010

ayah

Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada
dirinya,menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung
pada siapapun - dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

Ayah hanya menyuruhmu mengerjakan pekerjaan yang kamu sukai.
Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil,
tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.
Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.
Ayah selalu tepat janji!


Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun
ajakanmu untuk pergi memancing sebenarnya lebih menyenangkan.
Ayah akan tetap memasang kereta api listrik mainanmu selama
bertahun-tahun, meskipun kamu telah bosan, karena ia tetap ingin kamu
main kereta api itu.

Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain
dengan teman-teman mereka karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil
mereka.

Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil
(mengandungmu) , tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.
Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa
meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung
di atas air setelah ia melepaskanya.

Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu
mencarinya.
Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia
tampak lucu dan menyayangi.
Ayah sulit menghadapi rambutnya yang mulai menipis....jadi dia
menyalahkan tukang cukurnya menggunting terlalu banyak di puncak
kepala *_~


Ayah akan selalu memelihara janggut lebatnya, meski telah memutih,
agar kau bisa "melihat" para malaikat bergelantungan di sana dan agar
kau selalu bisa mengenalinya.
Ayah selalu senang membantumu menyelesaikan PR, kecuali PR matematika
terbaru.
Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup
Ayah benar-benar senang membantu seseorang... tapi ia sukar meminta
bantuan.
Ayah terlalu lama menunda untuk membawa mobil ke bengkel, karena ia
merasa dapat memperbaiki sendiri segalanya.

Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah.
Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia
sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan
rumit itu.
Dan hasilnya?... .mmmmhhh..." tidak terlalu mengecewakan" ^_~

Ayah akan sesumbar, bahwa dirinyalah satu- satunya dalam keluarga yang
dapat memasak tumis kangkung rasa barbecue grill. *_~
Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia
bisa belajar dengan cepat.

Ayah sangat senang kalau seluruh keluarga berkumpul untuk makan
malam...walaupun harus makan dalam remangnya lilin karena lampu mati.
Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk
membuatmu senang tapi tidak takut.

Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu
dibahunya, ketika pawai lewat.
Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan
tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.
Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau
memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan
rasa tidak setujunya.
Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal
menunggumu di depan rumah dengan sepeda tuanya, untuk mengantarkanmu
di hari pertama masuk sekolah

AYAH ITU MURAH HATI.....
Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang
kamu butuhkan.... .
Ia membiarkan orang-orangan sawahmu memakai sweater kesayangannya. ....
Ia membelikanmu lollipop merk baru yang kamu inginkan, dan ia akan
menghabiskannya kalau kamu tidak suka.....
Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin
bicara...

Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap
semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa
banyak kerutan di dahinya....
Bahkan dia akan senang hati mendengarkan nasehatmu untuk menghentikan
kebiasaan merokoknya.. ..
Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya
disekeliling beban itu....

Ayah akan berkata ,, tanyakan saja pada ibumu"
Ketika ia ingin berkata ,,tidak"
Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika
anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin
Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya
kepergok menghisap rokok dikamar mandi.
Ayah mengatakan ,, tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu
sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan"

Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan
sesuatu persis seperti caranya....
Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri....
Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau
meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak
akan pernah bisa melepaskannya.

Ayah mengira seratus adalah tip..
Seribu adalah uang saku..
Gaji pertamamu terlalu besar untuknya...
Ayah tidak suka meneteskan air mata ....
ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama
kalinya,dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya
(.tapi sekali lagi ini bukan menangis)

ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa
takutmu...ketika kau mimpi akan dibunuh monster...
tapi.....ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang
malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar
selama hampir satu bulan.

Kalau tidak salah ayah pernah berkata :" kalau kau ingin mendapatkan
pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar
apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai
besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu,jika kau ingin
mendaptkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang
Menciptakannya"

Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan: ,,jadilah lebih kuat
dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang
lebih baik dari ibumu, berikan yang lebih baik untuk menantu dan
cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu"

Dan Untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan :" jangan cengeng
meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari
terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa
melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau
gantikan posisi Ayah di hatimu"

Ayah bersikeras,bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik
daripada kamu dulu....
Ayah bisa membuatmu percaya diri...
karena ia percaya padamu...
Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba
melakukan yang terbaik....
Dan terpenting adalah...
Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan
membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena
diapun mencintaimu karena cintaNya.
 


untuk setiap peluh yang kau teteskan, untuk
setiap kerut dahimu yang tak sempat kuhitung, untuk setiap jaga
sepanjang malam ketika aku sakit dan ketika kau merindukanku, untuk
tumis kangkung paling lezat sedunia, untuk tempat duduk terbaik di
bahumu yang begitu kekar ketika aku ingin melihat pawai, untuk tetes
"air mata laki-laki "yang begitu mahal ketika kau khawatirkan aku,
untuk kepercayaanmu padaku, meski seringkali ku hianati.
Tak akan pernah bisa terbalas segalanya,semoga Allah mengganti semuanya
dengan syurga, semoga bisa kubayar dengan syurga yang Allah beri,
semoga...... .."