Tita mengela nafas panjang, saat dia kembali membaca sms dari pacarnya. Pacarnya harus pindah tugas ke Medan. Jauh dan berjarak ribuan kilometer. Di kepalanya terbayang wajah kekasihnya. Tidak pernah terlintas di pikirannya kalau dia harus berpisah dengan kekasihnya. Dia kembali meraih handphonenya dan mengirim sms pada temannya tentang perasaannya.
Kembali dia melamun dan teringat kenangan-kenangan dulu. Lamunannya kembali pada setahun lebih yang lalu. Ketika itu dia ditempatkan pada sebuah kantor di bandara sebagai peserta PRAKERIN. Saat itu dia melihat Fuji sebagai seorang atasan biasa saja. Tetapi dia mulai gerah ketika Fuji mulai genit dan mendekatinya. Fuji adalah seorang ayah dari tiga orang anak dan menpunyai seorang istri. Entah apa yang diharapkannya dari Tita. Tita pada awalnya gerah dan kesal dengan sikap Fuji. Tapi semakin lama entah setan apa yang merasuki Tita sehingga Tita terjebak perselingkuhan dengan Fuji. Dia menjadi selingkuhannya.
Pada awalnya, Fuji sopan dan sepertinya tulus padanya. Sejak mereka pacaran, mereka sering jalan-jalan bersama dan pergi menghabiskan waktu bersama. Tetapi Fuji tetaplah seorang laki-laki. Semakin lama hubungan mereka, Fuji semakin kurang ajar. Dia berani mengajak Tita check-in ke beberapa hotel. Tentu saja mereka tidak hanya menonton tv atau makan siang di kamar hotel. Tapi mereka melakukan hal yang tidak boleh dilakukan oleh dua orang yang tidak memiliki ikatan pernikahan, merecap kenikmatan yang tidak pantas. Tertawa bercanda sambil saling menyabuni di kamar mandi. Sungguh hal yang menjijikkan. Tidak terlalu menjijikkan jika dia melakukan dengan pacarnya yang memang hanya miliknya. Tetapi dia lakukan dengan suami dari seorang istri dan ayah dari tiga orang anak. Dan setelah itu Fuji memberikan uang pada Tita yang katanya, "untuk pegangan". Bukankah Tita diperlakukan seperti pelacur?
Tita naik kelas tiga dan dia masih tetap berhubungan dengan Fuji. Fuji memberi tahukan pada Tita tentang penyakitnya. Fuji memiliki penyakit kanker otak dan tentu saja Tita begitu cemas sampai menangis. Fuji tetap solat dan berlagak suci layaknya seorang yang imannya entah setebal apa. Dia solat, dan dia tetap berzina. Teman-teman terdekat Tita sudah memperingatkan Tita bahwa Tita sedang terjebak di hubungan satu keluarga yang seharusnya tidak diusik. Dia adalah Wanita Idaman Lain yang dibenci banyak ibu-ibu. Dia juga bisa dianggap seorang pelacur yang setelah memberikan tubuhnya untuk direcap oleh lelaki brengsek seperti Fuji dan dibayar. Yah, uang yang dibilang untuk "pegangan" itu adalah bayarannya, tetapi Tita tetap tidak sadar dan bahkan Tita menerima uang itu sebagai tanda Fuji perhatian dan mencintainya. Sedangkan Tita sendiri sebenarnya telah memiliki seorang kekasih yang seumuran dengannya dan tampan. Dimas. Sudah dipacarinya sejak kelas satu. Hanya saja Dimas adalah seorang playboy, tetapi Dimas sangat menyayangi Tita.
Tita tersentak dari lamunannya karena handphonenya berbunyi. Ternyata sms dari temannya. Tita kembali menghela nafas dan memejamkan matanya. Hatinya perih. Temannya yang diam-diam membenci lelaki brengsek yang telah menjadikannya seorang pelacur hanya berkata. "Lepaskan dia kalau kau mencintainya. Dia bisa mendapat gaji yang lebih besar kalau pindah ke Medan dan dia bisa membayar hutangnya"
Dia kembali meneteskan airmatanya. Dan kembali melamun. Lamunan panjang......

No comments:
Post a Comment